Jumat, 25 Februari 2011

NASIHAT UNTUK LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN YANG BELUM ATAU SUDAH MENIKAH

DARI MILIST SEBELAH, SEMOGA BERMANFAAT..

------------ --------- --------- --------- ---------

SEBUAH RENUNGAN


Bismillahirrahmanir rahiim …
Dengan kerendahan hati, mari kita simak pesan-pesan Al Qur’an tentang tujuan hidup yang sebenarnya. Nasehat ini untuk semuanya. Baik untuk mereka yang telah memiliki arah. Bagi mereka yang belum punya arah. Atau bahkan yang tak punya arah sekalipun. Nasehat ini untuk semuanya. Semua yang ingin mendapat dan meraih kebaikan.

Nikah itu ibadah. Nikah itu suci … ingat itu. Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena keturunan, bisa karena kecantikan, ketampanan, dan bisa karena agama. Jangan engkau jadikan harta, kecantikan, dan keturunan sebagai alasan karena itu akan menyebabkan celaka. Jadika agama sebagai alasan. Engkau akan mendapatkan kebahagiaan. Tak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta.

Namun, jika cinta engkau jadikan satu-satunya landasan, maka keluargamu akan rapuh. Mudah terombang-ambing dan hancur kemudian. Jadikanlah Allah sebagai landasan. Niscaya kau akan selamat. Tidak saja di dunia, tapi juga di akhirat. Jadikan ridho Allah sebagai tujuan. Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai. Insyaallah …….

Untuk calon suami yang sholih …

Jangan kau menginginkan menjadi raja dalam istanamu. Disambut isteri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan. Jika ini kaulakukan, istanamu tidak akan lanngeng. Lihatlah manusia teragung sepanjang sejarah, Muhammad SAW tidak marah ketika harus tidur di luar beralaskan sorban, karena sang isteri tidak mendengar kedatangan beliau. Tetap tersenyum, meski tak tersedia makanan di hadapan, ketika lapar. Menjahit bajunya yang robek ………..

Jangan engkau terlalu cinta pada isterimu. Jangan engkau terlalu menuruti isterimu. Jika itu engkau lakukan, akan celaka. Engkau tidak akan dapat melihat hitam dan putih, tidak akan dapat melihat benar dan salah. Lihatlah bagaimana
Allah menegur Nabimu ketika mengharamkan apa yang telah Allah halalkan hanya karena menuruti kemauan isteri. Tegaslah terhadap isterimu. Dengan cintamu ajaklah ia tata kepada Allah. Jangan biarkan ia dengan kehendaknya. Lihatlah isteri Nuh dan Luth. Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang. Isterimu bisa menjadi musuhmu. Didiklah isterimu. Jadikanlah ia sebagai Hajar, wanita utama yang setia terhadap tugas suami, Ibrahim. Jadikan ia sebagai Maryam. Wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya. Jadikan ia sebagai Khadijah, wanita utama yang bisa mendampingi tugas suami, Muhammad SAW menerima tugas risalah. Isterimu adalah tanggung jawabmu. Jangan larang mereka untuk taat kepada Allah. Biarkan ia giat berdakwah kepada kaumnya untuk menyegerakan tegaknya kembali kalimah-Nya. Biarkan ia menjadi wanita yang sholehah yang senantiasa mengokohkan dakwahmu dan dakwahnya. Tegur ia tatkala ia lalai dalam melaksanakan amanahnya. Biarkan ia menjadi Hajar,
Maryam atau bahkan Khodijah. Sungguh jangan kau belenggu dengan egomu.

Untuk calon isteri yang sholihah ……….

Jika engkau menjadi isteri, jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam istanamu. Disayang, dimanja dan dilayani oleh suamimu. Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu. Jika itu engkau lakukan, istanamu akan menjadi neraka bagimu. Jangan engkau paksa suamimu menurutimu. Jangan engkau paksa suamimu untuk melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya. Siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami. Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa senantiasa menjaga kehormatannya.

Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa mendampingi suami tercinta mejalankan misi dakwahnya. Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu. Jangan kau usik suamimu dengan tangismu. Jika itu kau salah gunakan, kecintaannya padamu yang begitu besar akan memaksanya menjadi pendurhaka. Jangan ………..

Untuk para Bapak …..

Jika kau menjadi bapak, jadilah bapak yang bijaksana layaknya Lukamnul Hakim. Jadilah Bapak yang tegas seperti Ibrahim. Jadilah Bapak yang dipenuhi kasih dan sayang seperti Muhammad SAW. Ajaklah anakmu mengenal Allah. Ajaklah anka, dan istrimu untuk senantiasa taat pada Allah. Jadikan ia sebagai Yusuf yang berbakti. Jadika ia setaat Ismail. Jangan jadikan ia sebagai Kan#8217;an yang durhaka.

Mohonlah kepada Allah. Mintalah kepada Allah agar mereka menjadi anak yang sholih dan senantiasa menjadi pejuang Islam.

Untuk para Ibu ……….

Jika kau menjadi ibu, jadilah kau ibu yang bijak, ibu yang teduh, yang bisa memberi keteduhan pada suami dan anak-anakmu. Bimbinglah anakmu dengan kasih sayangmu. Jadikan mereka mujahid. Jadikan mereka tentara-tentara Allah.
Jangankan biarkan mereka larut dalam kmanjaan dan malas-malasan. Siapkan
mereka menjadi anak yang shalih. Hamba yang shalih. Yang siap menegakkan risalah Islam.

::::::::::
Pernikahan laksana ajal, tak peduli siap Atau tidak, pada waktu yang telah ditentukan dia Akan datang menjemput seseorang untuk berpindah ke alam lain. Maka beruntunglah bagi siapa yang mempersiapkan diri.

Manusia Akhir Zaman

Untuk Suami Renungkanlah …

Pernikahan menyingkap tabir rahasia. Isteri yang kamu nikahi tidak semulia Khadijah, tidak setaqwa Aisyah, pun tidak setabah Fatimah. Justru isterimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi solehah … Pernikahan menyadarkan akan kewajiban bersama. Isterimu menjadi tanah, kamu langit penaungnya. Isteri ladang tanaman, kamu pemagarnya. Isteri ibarat ternak, kamu penggembalanya.

Isteri adalah murid, kamu mursyidnya. Isteri bagaikan anak kecil,Kamu tempat bermanja dan berkeluhkesah ia. Dan ketika isteri menjadi racun, kamulah penawar bisanya. Seandainya isteri tulang yang bengkok maka berhati-hatilah meluruskannya … Pernikahan menginsyafkan kita perlunya

keimanan dan ketaqwaan. Untuk belajar meniti ridho Allah SWT. Karena memiliki isteri yang tak sehebat mana, justru kamu akan tersentak dari alpa. Kamu bukanlah Rasulullah SAW, pun bukan Sayyidina Ali

Karramallahuwajhah. Cuma suami akhir zaman yang mencoba untuk menjadi suami soleh. Amiin ………

Untuk Isteri Renungkanlah …

Pernikahan menyingkap tabir rahasia. Suami yang menikahimu tidak semulia Muhammad SAW, tidak setaqwa Ibrahim, pun tidak setabah Ayub. Apalagi setampan Yusuf. Justru suamimu hanyalah lelaki akhir zaman yang punya cita-cita membangun keturunan yang sholeh …

Pernikahan menyadarkan akan kewajiban bersama. Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya. Suami adalah nahkoda kapal, dan kamu pengemudinya. Saat suami seorang raja, kamu dapat merasakan anggur singgasananya. Dan ketika suami menjadi racun, kamulah penawar bisanya. Sungguh , tatkala suami sebagai inti jantung keluarga, maka anti-lah rusuk pelindungnya. Seandainya suami bengis lagi lancang,

maka berhati-hatilah meluruskannya …

Pernikahan menginsyafkan kita perlunya keimanan dan ketaqwaan. Untuk belajar meniti ridho Allah SWT. Karena memiliki suami yang tak sehebat mana, justru kamu akan tersentak dari alpa. Kamu bukanlah Khadijah yang sempurna dalam menjaga, pun bukan Hajar yang setia dalam sengsara. Cuma wanita akhir zaman yang mencoba untuk menjadi istri salehah. Amiin ………
“Semoga Allah Mengumpulkan Yang Berserakan Dari Keduanya, Memberkati Mereka Berdua Dan Kiranya Allah Meningkatkan Kualitas Keturunan Mereka, Menjadikan Pembuka Pintu Rahmat, Sumber Ilmu Dan Nikmat Serta Rasa Aman Bagi Umat “ (Doa Rasulullah Saat Pernikahan Putrinya Fatimah Dengan Ali Bin Abi Thalib)

SAAT CEMBURU MENYAPA

Saat Cemburu Menyapa

Penulis : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah

Cemburu merupakan tabiat wanita. Ini juga dialami para istri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ?dan shahabiyyah yang lain. Namun tentu saja, kecemburuan ini tidak serta merta membutakan hati mereka. Bagaimana dengan kita?

Cemburu tak hanya milik lelaki, tapi juga milik kaum wanita. Bahkan, wanitalah yang dominan memiliki sifat yang satu ini karena merupakan tabiatnya. Dan perasaan cemburu ini paling banyak muncul pada pasangan suami istri (Fathul Bari, 9/384).

Oleh karena itu, semestinya hal ini menjadi perhatian seorang suami. Sehingga ia tidak serampangan dalam meluruskan ‘kebengkokan’ sang istri dan dapat memaklumi tabiat wanita ini selama dalam batasan yang wajar. Apalagi pada hakikatnya, kecemburuan istri terhadap suaminya bukan merupakan hal yang tercela. Bahkan menjadi tanda adanya rasa cinta di hatinya. Tentunya selama tidak melampaui batasan syariat.

Menurut Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-‘Asqalani, asal dari sifat cemburu bukanlah hasil usaha si wanita, namun wanita memang diciptakan dengan sifat tersebut. Namun, bila cemburu itu melampaui batas dari kadar yang semestinya, maka menjadi tercela. Bila seorang wanita cemburu terhadap suaminya karena sang suami melakukan perbuatan yang diharamkan seperti berzina atau mengurangi haknya atau berbuat dzalim dengan mengutamakan madunya (yaitu istri yang lain, bila si suami memiliki lebih dari satu istri), kata Al-Hafidz, cemburu semacam ini disyariatkan (dibolehkan).

Dengan syarat, hal ini pasti dan ada bukti (tidak sekedar tuduhan dan kecurigaan). Bila cemburu itu hanya didasari sangkaan, tanpa bukti, maka tidak diperkenankan. Adapun bila si suami seorang yang adil dan telah menunaikan hak masing-masing istrinya, tapi masih tersulut juga kecemburuan maka ada udzur bagi para istri tersebut (yakni dibolehkan) bila cemburunya sebatas tabiat wanita yang tidak ada seorang pun dari mereka dapat selamat darinya. Tentu dengan catatan, ia tidak melampaui batas dengan melakukan hal-hal yang diharamkan baik berupa ucapan ataupun perbuatan. (Fathul Bari, 9/393)

Cemburu Melebihi Batas

Ada kalanya kecemburuan seorang istri terhadap suaminya sangat berlebihan. Di benaknya seolah hanya ada sifat curiga. Bahkan tak jarang ia melemparkan prasangka buruk kepada suaminya dan tidak bisa menerima kenyataan bila suaminya memiliki istri yang lain.
Yang ironis adalah bila ada istri yang mengalami hal ini kemudian

akhwat.web.id

ITUNG-ITUNGAN KETIKA UDAH MARRIED

Dari sebuah milis, dengan sedikit perubahan mengikuti gaya hidup di Kota Malang, mudah2an bermanfaat... Nyengir


Hahahahhahahahaha........
Seorang temenku pernah bertanya:
"eh, kalo gw nikah tapi dengan gaji gw yang cuma Rp#### bisa ga ya?

hmmm.....

Maka dari pertanyaan itu aku membuat survey asal, dan berikut adalah daftar pengeluaran standar bulanan setelah merit Sekedar berbagi aja, buat temen2 yang mungkin juga mengalami
'Matery after merit phobia syndhrome' Nyengir


Daftar anggaran bulanan

(asumsi :disusun berdasarkan skala proritas,disusun dengan sangat2 relatif, dan berdasarkan basic needs standar menengah ke bawah)

1. Makan
Dengan asumsi sekali makan adalah 4000
Maka makan 3x sehari, kali 2 orang (karena lagu sepiring berdua cuma berlaku pada saat orang pacaran ajah), kali 30 hari adalah Rp 720.000,-
Tips:
Rajin2 ke kondangan atau sunatan, dan bawa pulang nasi kotaknya Pasti lebih ngirit
Puasa Senin Kamis juga bikin lebih irit
Lebih irit lagi kalo masak sendiri, sayurnya nanam sendiri di halaman rumah :D

2. Kontrakan
Dengan asumsi masih ngontrak di rumah petak, yang punya uda botak, tapi masih galak, dan punya anjing belum jinak
Maka dana untuk kontrakan sekitar 300.000/bulan
Tips:
Tinggallah di komplek Perumahan Pondok Mertua Indah...
Niscaya 2 dana diatas gak akan pernah ada Nyengir
Di pondok mertua indah, anda akan bebas makan apa aja, termasuk
'makan ati'
(^__^)

3. Listrik dan Air
Dengan asumsi daya listrik 900 watt dan pake jetpam maka anggaran untuk listrik adalah Rp. 100.000/bulan
Tips:
Jangan pake AC, cukup AC (angin cendela)
Jangan suka main Plestesyen, cukup main monopoli, sudamanda atau gaple ama istri terasa lebih romantis  hee hee
Kadang mandi berdua ujan2an asyik juga, lumayan khan hemat air, Romantis lagi...  hee hee

4. Transportasi
Dengan asumsi naik motor ke kantor, dengan motor yang paling irit rit rit, maka untuk ongkos bensin dan servis adalah Rp. 100.000
Tips:
Gunakanlah Bensin campur!
(maksudnyah campur dorong, pasti lebih irit)
Atau ikutlah "Nebeng Fans Club", dengan alasan mempererat silaturahmi dengan yang ditebengi maka perjalanan berangkat dan pulang kantor akan terasa lebih menyenangkan

5. Komunikasi
Dengan asumsi pake cdma yang Rp. 1000/menit maka untuk sebulan, ongkos komunikasi berdua adalah Rp. 100.000
Tips:
Pakelah 'FREN' yang lebih murah...
(maksudnya kalo mau nelpon atau sms tinggal bilang "Freeen...minjam HP nya dong freen...") Nyengir

6. Keperluan sehari2
Seperti sabun,odol,syampu, dll dsb...
Dengan asumsi tidak pake fesyel,krimbat, manikyur, pedikyur, kukyur2 maka alokasi dana untuk ini sebesar 50.000
Tips:
Mandi kalo perlu saja Nyengir
Kalo dulu 2 kali sehari,jadi 2 hari sekali
Untuk ngirit odol kembalilah memakai tumbukan batu bata

7. Kesehatan
Seperti minyak kayu putih,vitamin, obat pusing (ini penting buat pengantin baru wekekekek!), maka alokasi cadangan untuk kesehatan sebesar Rp. 50.000
Tips:
Jaga kesehatan
Jangan begadang...kalo tiada artinya...begadang bole saja...asalkan sambil ronda (halah!!) Nyengir

8.Entertaiment
Nha ini kalo ada uang lebih aja, bisalah sekali2 nomat,liat live music, lari pagi di monas, atau makan martabak sekali2, biaya Rp. 80.000


Jadii...
Dari asumsi basic needs diatas maka pengeluaran untuk tiap bulan adalah
sebesar :

Rp. 1.500.000/bulan

(syeeett dah...masih gede juga ya)

Mungkin ini bisa jadi bahan pertimbangan temen2 ketika pengen nikah,
untuk kemudian dibandingkan dengan pemasukan yang ada.
Kalopun masih 'besar pasak daripada tiang'
Anda bisa memperkecil pasak, atau memperbesar tiang...ataauu. ..ga usak pake pasak, tapi dipaku aja!

Tapi ada 1 hal yang ga bisa dijelaskan dengan perhitungan ketika anda memutuskan untuk menikah

(serius mode on*)

Yaitu, berkah menikah

Selalu, Tuhan akan mencukupi kebutuhan umatnya yang mau berusaha dan berdoa Selalu bersukur dan percaya bahwa Tuhanlah raja dari segala raja akunting!


so, stop accounting, just do it!

TEMENKU CURHAT (PENGANTIN BARU)

Tiba-tiba temen kuliahku yang baru saja menikah sebulan yang lalu (pengantin baru), sedikit mengeluhkan:
"akhi, kok istri ana masih malu-malu yah?".
Ana tersenyum. Kemudian temen ana melanjutkan ceritanya, "bahkan ganti bajupun masih gak mau kelihatan sama ana".
Ana kembali tersenyum, dan ana terus mendengarkan dengan seksama keluhan-keluhan temen ana. Dan anapun sedikit berbagi trik-trik bagaimana mencairkan suasan agar si istri belahan hati tidak lagi merasa risi dengan suami tercintanya.

Ana memberikan poin-poin yeng tidak memberikan banyak penjelasan yang dengan maksud adalah mudah diprektekkan nantinya. Di antara poin tersebut adalah.

*Dalam setiap kesempatan memiliki ide untuk membuat kejutan-kejutan kecil, laksakanlah saat ide itu muncul.
 contoh: Ketika kita sedang mendapati istri ana habis kramas Nyengir juga jangan sungkan-sungkan mengambil handuk untuk membantu mengeringkan rambut basahnya.

*Tidak merasa gengsi dangan hal kecil yang ingin dilakukan jika itu ingin antum lakukan.
Contoh: ketika kita sedang mekan bersama keluarga, apa salahnya kita menyuapkan sesuap nasi kepada istri kita atau kita mengelap mulutnya yang ada sisa-sisa makanan.

*Selalu berkomunikasi dalam kegiatan seksnya, demi kenyamanan dan kebahagiaan rumah tangga.
Contoh: ketika selesai atau hendak berjima' tanyakan kepada istri apakah ade senang kali ini atau sperti apa yang ade inginkan? jangan pernah malu untk menanyakannya.

*Membiasakan diri untuk selalu berkata mesra kepada istri tercinta, apapun keadaannya.
Contoh: ketika bangun tidur, kita beri sedikit ciuman dan berkata "I love U" InsyaAllah ciuman balasanpun akan antum dapatkan.

*Mungkin bagi antum sekalian ada yang beranggapan bahwa mandi bersama adalah tabu, tidak akhi...
Contoh: ketika antum dapati istri antum tiba-tiba males mandi, jangan ragu bautkan air hangat dan gendong istri antum mandiin deh. InsyaAllah istri antum akan makin cinta dibuatnya

*Pahamilah fitrah wanita, yang selalu ingin dimanja. Seperti apapun istri antum, bukan karena istri antum adalah seorang aktivis maka kata-kata mesra dan manja udah gak perlu lagi. Pemahaman yang menurut ana keliru.

contoh: apa salahnya jika ketika jalan-jalan di taman, antum ayunan bersama dan sedikit atau bahkan banyak memuji kecantikannya(ngegombal ni yeee Ngiceupan).

Di atas adalah sebagian kecil dari yang ana sampaikan kepada teman ana. Dan seketika itu ana berpesan pada temen ana. Pandai-pandailah mencari pelung tepat di mana antum dapat mengungkapkan rasa cinta antum.

Cocok buat ikhwan, gak tabu buat akhwat 

Selamat mencoba...
 
Abu Ahmad Syafiq
Dari milis tetangga : dudung.net

ES JERUK

Saya ingin bercerita apda sahabatku semua:
Pada siang hari yang panas dan terik selepas sholat dhuhur antum pulang kerumah, terik sangat memeras cairan tubuh antum dan dehidrasi sepertinya sudah mencapai proses yang hebat. lalu antum menuju ke dapur, wah ada jeruk peras, buat es jeruk ah,
antum ambil 2 jeruk peras antum potong menjadi dua lalu diperas kedalam gelas. setelah itu ambil sesendok makan gula, masukkan air dan aduk, lalu antum menuju lemari es, ambil es dari freezer dan memasukan es dalam gelas, wah dahaga antum terobati sudah dan nikmatnya es jeruk terbayang n NIKAT SEKALI, DINGIN...HEMMMM.... tapi nikmatnya cerita membuat es jeruk ini belUm ada apa2nya jika kita langsung praktek membuat es jeruk langsung di siang hari yang panas dan ane yakin itu akan lebih nikmat, bahkan jauh lebih segar dari pada hanya mebayangkan.

seperti halnya cerita membuat es jeruk, begitupun cerita pernikahan, ceritanya sepertinya membahagiakan tapi jika antum ingin membuktikan maka nikahlah, mungki, MUNGKIN antum akan mendapatkan kebahagian yang belum pernah antum bayangkan.

gimana????

lantas gimana jika es jeruknya asam, solusinya : kan masih ada gula tambahkan saja gulanya :)

Dari sebuah milis..

Selasa, 22 Februari 2011

Pembantu Rumah Tangga, Itulah Pekerjaan Ibuku, Dan Aku Bangga Padanya

Beberapa teman menanyakan kepadaku, apa pekerjaan ibumu? aku menjawab, pekerjaan ibuku adalah  membantu orang tanpa mengenal jam kerja dan lembur, menyenangkan dan meringankan beban orang lain, mengasihi putra orang lain, merawat orang lain dengan penuh ketelatenan, melayani orang lain dengan penuh semangat dan masih banyak lagi. Intinya, pekerjaan ibuku adalah pekerjaan yang mulia, sangat mulia. aku menyebutnya, pekerjaan kasih sayang.
Mereka bertanya lagi, berapa gaji ibuku? aku lalu menceritakan kepada mereka, setiap hari aku melihat ibu berangkat di pagi hari dan pulang malam hari. Dan bangganya aku ketika melihat, tiada keluh kesah yang keluar dari ibuku yang penyayang. Bahkan Ibu mengatakan kepadaku, bahwa kita harus bekerja bukan hanya dengan tenaga ataupun pikiran, tapi dengan hati. Merawat barang milik orang lain, menyayangi anak orang lain, dan sebagainya, haruslah dilakukan dengan sepenuh hati. Lalu aku bertanya kepada mereka, dengan semua itu kira kira berapa gaji yang pantas diberikan untuk ibuku?. Mereka Hanya diam, tidak memberi jawaban.
selanjutnya, Mereka malah bertanya lagi, apakah aku tidak malu mempunyai ibu yang dipandang sebelah mata, berpendidikan rendah, dan kelihatan miskin. Ya Allah, apakah orang orang itu lupa, Baju licin yang mereka pakai dan telah disetrika itu, lantai rumah mereka yang bersih, hasil cucian yang harum adalah hasil kerja ibuku. 
Mungkin aku justru akan malu jika ibuku adalah seorang majikan yang kaya, yang lupa berterima kasih kepada para pembantu rumah tangga seperti ibuku. Aku akan malu, jika seandainya aku ini anak yang manja yang hanya bisa menyuruh-nyuruh seperti seorang raja kepada rakyatnya. Apalagi sampai lupa bahwa tangan pembantuku hanya dua. Aku juga akan malu jika aku menjadi mandor yang tidak pernah absen membentak atau berteriak hanya karena kesalahan kecil, misalnya pakaian sobek karena salah menyetrika. Dan pasti aku akan malu jika menjadi bos yang hanya memberikan sedikit gaji, tapi sudah bertingkah seakan akan aku sudah membeli seluruh dunia dan hidup mereka. 
Ya begitulah kebanyakan orang memandang ibuku. Tapi tak apalah, Kedudukan seseorang dalam pandangan manusia bisa saja mulia, tapi belum tentu dalam pandangan Allah. Siapa tahu ibadah ibuku lebih ikhlas dari pada mereka, yang memiliki ilmu sedikit tapi mengamalkannya. Siapa tahu mungkin ibuku dalam pandangan Allah lebih mensyukuri nikmat yang telah diberikan dari pada mereka. Dan... siapa tahu malah ibukulah yang lebih didengar doa- doanya dari pada mereka. Hanya Allah Subhanahu wata'ala yang maha tahu hati hamba hambanya.
Aku bangga dengan ibuku, walaupun orang memandang rendah pekerjaannya sebagai pembantu rumah tangga, namun ibu bisa menjadi tumpuan harapan anak-anaknya. pekerjaan yang dilakukan ibuku adalah pekerjaan mulia dengan penghasilan yang halal, dan ibuku adalah seorang pahlawan tanpa pujian.
(Syahidah)

Seperti apapun, ibu kita tetap satu-satunya. 

Istriku Tidak Seperti yang Ku Dambakan (Renungan Untuk Para Suami Dan Pemuda: Ketika Seorang Istri Tak Seperti Yang Didambakan)

Untuk para pemuda yang akan menikah, untuk para suami yang telah mendapatkan pasangan hidupnya. Kisah ini layak dan perlu untuk ditelaah. Mungkin kau telah membayangkan dengan berbagai juta pesona yang akan kau dapati dari calon pendampingmu.Terukir indah dalam mimpimu setiap malam, dan ketika kau terjaga tampaklah senyum merekah dari bibirmu,… betapa tak sabar hatimu ingin meraihnya. Namun, setelah kau bersamanya dan ia ada disisimu begitu dekat dengan dirimu. Matamu, jiwamu dan hatimu selalu bersamanya setiap waktu tiba-tiba kau merasa kecewa, kau temui ia tidak seperti yang kau dambakan, tidak seperti yang kau inginkan. Ibarat menelan pil pahit ingin segera kau muntahkan dari mulutmu tapi rasa pahit itu terlanjur menyerang di kerongkonganmu.Sulit untuk kau hilangkan dari lidahmu. Wahai para suami apa yang ingin kau lakukan??

Jika terbetik dalam hatimu untuk berpisah darinya maka tunggu dulu hingga kau membaca kisah ini, semoga kau bisa mengambil manfaat darinya dan semoga hatimu sedikit luruh melunak karenanya. Inilah kisahnya saudaraku, simaklah dengan baik-baik :

Ibnu Al-Jauzy mengatakan: “Ada satu riwayat yang dinisbahkan kepada Usman ibn Al-Nisabury: Pekerjaan apa yang ditangguhkan untukmu? Dia mengatakan ; Saya dalam memberikan kasih sayang, hingga keluargaku berupaya untuk menikahkanku, tapi aku tidak mau. Kemudian seorang wanita datang kepadaku lalu mengatakan : Wahai Abu Usman aku mencintaimu, demi Tuhan! Aku mohon padamu untuk menikahi aku. Kemudian aku menghadirkan bapaknya-orang yang tak punya- dan menikahkannya denganku, dengan demikian dia merasa girang dan gembira.

Ketika wanita itu masuk menghadapku, ternyata matanya buta sebelah, memiliki cacat, tidak cantik. Karena cintanya padaku ia melarangku untuk keluar, lalu aku duduk demi menjaga kegusarannya, dan aku tidak menampakkan kebencian sama sekali, seolah-olah aku menyingkirkan segala ketidak sukaan. Aku lakukan itu selama 15 tahun hingga ia wafat. Aku tidak memiliki apapun dari pekerjaanku kecuali aku menangguhkannya, demi untuk memelihara kegusaran hatinya. (Saidul khatir, 635-636)

Ibnu Qayyim mengatakan : “Dikatakan: Ada seseorang menikahi seorang wanita. Ketika masuk ia mendapati pada anggota tubuhnya cacar. Dia mengatakan: Aku menutupi kedua mataku, lalu aku katakan : Aku buta, setelah 20 tahun wanita itu wafat dan dia tidak mengetahui bahwa aku tidak buta. Kemudian dia ditanya mengapa demikian: Dia menjawab aku tidak ingin pandanganku menyedihkannya karena ada aib yang dimilikinya yaitu cacar” (Madarijus Salikin 2/326)


Kemudian simaklah kisah lainnya berikut ini:

Syaikh Dr. Muhammad ibn Luthfy as-Shabbagh mengatakan: Seorang kawan berbicara padaku bahwa gurunya menyimpan rahasia dengan suatu kenyataan yang terjadi dalam kehidupannya, dia mengatakan: Sesungguhnya aku telah menikahi istriku ini selama 40 tahun. Aku tidak pernah melihat satu halpun yang menggembirakan. Sejak hari pertama mempergaulinya, aku tahu dia cocok denganku dalam suatu hal, tapi dia adalah putri pamanku, dan aku yakin tidak ada seorangpun yang mau menanggungnya, aku tetap bersabar dengan penuh perhitungan. Allah subhanahu wata’ala mengaruniakanku beberapa putra yang baik dan shalih, dan memberiku pertolongan padanya untuk menjauhinya dengan menulis berbagai karangan. Dari karangan-karangan itulah aku berharap sumbangsih dalam ilmu pengetahuan dan sedekah jariyah yang mengalir. Dengan demikian, hubunganku yang kurang baik dengan istriku dapat menciptakan hubungan sosial yang produktif dan membangun. Keadaan ini mungkin tidak akan pernah terwujud seandainya aku menikah lagi dengan wanita lainnya.

Beliau mengatakan lagi: Seorang kawan yang lain mengajak aku ngobrol, dia mengatakan: Sejak hari-hari pertama aku menikah dengan istriku, aku benar-benar tidak punya keinginan dan tidak ada rasa cinta sama sekali, tetapi aku telah berjanji kepada Allah untuk bersabar atas masalah ini, tidak menyakitinya, dan aku rela dengan pemberian-Nya ini. Selama pernikahan ini, aku dianugerahi harta yang banyak, dikaruniai beberapa putra, kedamaian dan ketentraman. (nadzarat fil usrah al-muslimah, 196)

Apa pendapatmu setelah membaca kisah diatas?. Segala keputusan ada ditanganmu, wahai para suami,….Sungguh aku tidak ingin mencampuri kehidupan rumah tanggamu. Sebagai saudara seiman hanyalah sebuah nasehat yang ingin ku berikan kepadamu, Renungkanlah firman-Nya:

"Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal ALlah menjadikan padanya kebaikan yang banyak" (AN-Nisaa ;19) dan juga hadits berikut ini semoga hatimu terbuka olehnya:

“Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Kalaupun dia tidak menyukai suatu akhlaknya yang buruk, mungkin di sisi lain ada akhlaknya yang dia senangi” (HR. Muslim no.845). Wallahu’alam bish-shawwab.

Sydney, Juni 2005
Ditulis oleh Ummu Raihanan

Sumber Rujukan:
   1. Ringkasan Shahih Muslim, Pustaka Amani, Jakarta
   2. Kesalahan-kesalahan Suami, (lihat hal:114-116) Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd, Pustaka Progresif,Surabaya.